Aku bertemu dengannya. Lagi. Kemarin.
Dia disana, seperti saat pertama kali bertemu, berjalan memasuki kampus dengan sejuta pesonanya. Dan aku pun disana, seperti saat pertama kali bertemu, mematung tak bergerak... merasakan berhentinya waktu untuk sesaat saat mataku terkunci menatap wajahnya.
Aku benar-benar tak menyangka akan bertemu dengannya lagi. Maksudku, bertemu dengannya adalah hal terakhir yang mungkin tertulis dalam daftar harapanku hari itu. Harus ku akui, aku memang menjauhinya - lebih tepatnya, berusaha untuk menjauhinya - setelah kejadian, yang selalu menjadi mimpi burukku di setiap malam, yang terjadi pada beberapa minggu sebelumnya. Tapi mau bagaimana lagi? Ku rasa Tuhan memang menginginkan aku untuk bertemu dengannya, seperti kemarin sore, tentu dengan alasan yang tidak aku ketahui hingga detik ini.
Satu hal, yang mengusik pikiranku sejak kemarin. Saat aku bertemu dengannya, saat aku merasa dunia berhenti berputar saat mataku melihatnya, saat waktu seakan berhenti berdetak untuk sesaat, aku kembali merasakannya. Ya, aku merasakan sensasi aneh itu lagi dalam hatiku. Aku merasa...
Hangat..
Nyaman..
Terpesona..
Semuanya!
Persis seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya.
Pertemuan tak terduga dengannya kemarin sore mau tak mau telah membukakan mata dan pikiranku. Menunjukkan sebuah fakta, sebuah kebenaran, yang selama ini selalu ku tutup-tutupi dan aku selalu berusaha untuk lari darinya. Sebuah kenyataan, bahwa ternyata AKU MEMANG MASIH MENGAGUMINYA. Tentang betapa kerasnya degup jantungku saat ia berjalan mendekatiku, betapa lemasnya kakiku saat ia berdiri dihadapanku, betapa inginnya aku untuk lari sejauh-jauhnya untuk menyembunyikan seberapa keras degup jantungku yang ku rasa jika ia berada di dekatku ia akan sanggup mendengarnya, semua itu..masih tetap sama.
Damn, i always hate this sensation!
0 comments:
Post a Comment