Ku seruput tehku dalam-dalam tanpa sedikitpun melepaskan pandanganku ke layar laptop kesayanganku. Ku coba cek sekali lagi naskah yang akan ku kirimkan ke editor sore ini, takut-takut ada yang salah pada penulisanku. Yap, semua sudah beres. Ku klik tombol print yang ada di sebelah kanan atas jendela microsoft word dan menunggu semuanya beres. Tapi tak lama, bunyi "ping" khas yahoo messenger menarik perhatianku. Ku lihat chat box yang terpampang di layar laptopku, mencari pengirim pesan ym tadi. Dan ketika ku lihat, seketika tubuhku membeku. Alfares. Ya, dialah yang mengirimkan pesan ym-nya padaku. Ku ketik balasan ym untuknya.
hai.. :)
hai
lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?
aku baik, kau?
baik, kurasa begitu.. :) kau dimana sekarang?
rumah. kau?
aku masih tugas di Jepang, negeri kesukaanmu. ku rasa bulan depan aku baru bisa pulang ke Indonesia.
oh..
kau tau musim sedang musim apa disini? ayolah.. aku yakin kau pasti tau..
musim gugur kan? ini masih bulan Oktober.
ping pong!! tepat sekali.. :) musim gugur musim kesukaanmu bukan?
ya, rupanya kau masih ingat
tentu saja, aku tak mungkin melupakan hal-hal tentangmu.. :) oh iya, aku juga sudah baca bukumu, bagus sekali. :)
terima kasih. tapi buku yang mana ya?
semuanya. kau tau aku selalu jadi penggemar beratmu. :)
terima kasih, tapi ku kira kau hanya suka komik,
haha.. kau benar, tapi novelmu itu pengecualian, itu semacam bacaan wajib bagiku.. :)
terima kasih sudah membacanya.
sama-sama.. oh iya, apa kau tau?
tau apa?
semua hal disini mengingatkanku padamu, musim gugur, suasana Jepang, semuanya... aku merindukanmu Ai-chan.. :)
berhentilah memanggilku dengan panggilan seperti itu. aku tidak suka.
eh? kenapa? bukankah kau suka dipanggil seperti itu?
itu dulu, sekarang semua berubah
tapi perasaanku belum berubah, Ai chan. seandainya saja ada satu hal yang bisa ku lakukan untuk membuat semuanya kembali seperti dulu...
semua sudah berakhir, Alfa. kau tau tak ada lagi yang bisa kau lakukan.
apa ini semua karena kau akan menikah?
ya
tapi kau kan dijodohkan, kau tak mungkin menyukainya secepat itu
tapi aku menyukainya, sangat.
bohong. aku tau kau dari dulu. kau bukan tipe orang yang bisa menyukai orang semudah itu. aku yakin kau masih menyukaiku.
hentikan Alfa. cukup!
Segera ku tutup chatbox ym-ku dengannya. Segera ku matikan layar laptopku. Berusaha menjauh darinya. Semua hal tentangnya, hanya meninggalkan kenangan pahit. Aku benci. Tak lama telepon genggamku berdering. Ku lihat nama yang tertera di layar itu, takut-takut Alfa yang menghubungiku. "Kak Abay". Begitulah yang tertera disana. Untunglah...
"Halo kak.."sapaku di telepon.
"Aira, kau tak apa? Tiba-tiba aku memikirkanmu."tanya suara di seberang sana sedikit cemas.
"Aku baik-baik saja, Kak,"jawabku sambil tersenyum.
"Kau yakin?"
"Hm.."kataku, "kenapa kakak tiba-tiba memikirkanku? Kangen?"tanyaku sambil tertawa.
"Mungkin juga.. hehe, tapi syukurlah kau tak apa."
"Iya.."
Lama keheningan menyelimuti kami berdua.
"Kak.."ujarku ragu.
"Hm?"
"Sebenarnya aku merasa agak takut.."
"Takut apa?"
"Entahlah. Ku rasa ada hubungannya dengan Alfa.."kataku ragu.
"Alfa? Mantanmu itu? Memangnya ada apa Aira?"
"Alfa pulang bulan depan ke Indonesia."
"Lalu?"
"Bagaimana kalau dia mengganggu semuanya? Bagaimana kalau dia sekali lagi berhasil menarik perhatianku lagi kak?"
"Memangnya kau masih menyukainya?"tanyanya lembut.
"Tidak. Tentu saja tidak."
"Kalau begitu, apa sekarang kau suka padaku?"tanyanya. Aku yakin ada senyum tengil yang menghiasi wajahnya sekarang.
"Haruskah ku jawab pertanyaan itu, Kak?"
"Tentu saja, itu penting bagiku.."jawabnya, tawanya kini mulai terdengar di telingaku.
"Hmm...baiklah"kataku sedikit malu, "jawabannya iya."
"Iya apa?"tanyanya mencoba mencari kejelasan. Sial, dia memang mengerjaiku.
"Iya aku suka kakak"kataku cepat.
Begitu mendengar jawabanku, ia langsung tertawa. Ku rasa ia senang membuat perasaanku jadi tak karuan begini.
"Kalau begitu tak ada masalah bukan?"
"Maksud kakak?"tanyaku tak mengerti.
"Iya, tak masalah kalau pun Alfa berhasil menarik perhatianmu untuk kesekian kalinya."
"Kakak tidak cemburu?"
"Tentu aku cemburu.."jawabnya cepat. Senyumku melebar saat mendengar jawabannya ini.
"Tapi, kalau pun itu sampai terjadi,"katanya melanjutkan, "itu tidak akan jadi masalah buatku, karena pada saat itu juga, aku akan membuatmu memperhatikanku lagi dan membuatmu jatuh cinta padaku sekali lagi lebih dari yang sebelumnya. Begitu juga seterusnya"
Aku benar-benar tak bisa menahan senyum yang semakin mengembang setiap kali dia menjawab semua keraguanku ini.
"Bagaimana caranya?"tanyaku sambil menyembunyikan kegiranganku, sekalipun aku tau itu semua sia-sia.
"Akan ku lakukan apapun untuk itu Aira. Apapun."
Aku benar-benar yakin sekarang, bahwa dialah seseorang yang tepat bagiku. Seperti kata dosenku bilang, "
a proper man who comes in a proper time". Ya, dialah orangnya.
"Hey, sore ini kau sibuk?"tanyanya.
"Tidak, novelku juga sudah selesai. Memangnya ada apa?"
"Bagus. Aku mau mengajakmu jalan-jalan. Kau mau kan?"
"Tentu. Bagaimana kalau kita pergi ke kedai es krim yang waktu itu? Rasanya aku ingin makan es krim."kataku sambil tersenyum.
"Ide bagus, kedengarannya menyenangkan. Baiklah ku jemput kau jam 4 di rumah. Bersiap-siaplah."
"Baiklah."
"Eh Aira..."katanya.
"Apa?"
"Aku hanya ingin bilang kalau aku menyukaimu. Sangat."
Aku tersenyum.
"Aku juga menyukaimu, Kak. Sangat"