Friday, February 25, 2011

Makhluk Indah.. :)

"Pernahkah kau merasa disaat kau melihat seseorang dunia seakan berhenti berputar dan waktu seakan berhenti untuk sesaat ??"
Ya, aku pernah mengalaminya.

Dan hal itu ku alami setiap kali aku bertemu dengannya.

Aku tak sengaja bertemu - lebih tepatnya melihatnya - beberapa hari yang lalu. Tepat di lobby depan kampusku. Waktu itu aku sedang disibukkan oleh berbagai kegiatan jurusan, pergi kesana pergi kesini bagaikan orang linglung yang tak tau arah. Pandangan mataku tak pernah lepas dari layar telepon genggamku, berusaha mengirimkan pesan dan menghubungi nomor-nomor orang penting yang harus ku temui. Untuk sesaat ku putuskan untuk melihat ke arah depan sejenak, mencoba mencari arah yang tepat menuju gerbang luar kampus sampai akhirnya.....

Wusss....

Bagaikan adegan romantis dalam film-film opera sabun, dia berjalan menuju ke arahku. Sebuah karya cipta maha agung yang diciptakan Tuhanku baru saja muncul di hadapanku. Ia berjalan lurus ke arahku, tanpa sedikit pun menghiraukanku yang sejak melihatnya mematung tak bergerak bagaikan tersengat arus listrik maha dahsyat hingga aku tak bisa menggerakkan seujung jari pun.

Mataku terbelalak tak berkedip

Nafasku tertahan

Lidahku kelu

Jantungku berdetak ribuan kali lebih cepat dari biasanya

Sejenak aku merasa waktu seakan melambat...melambat...dan kemudian berhenti

Bumi seakan berhenti berputar

Bagiku, teori konyol Copernicus yang dipercayai jutaan orang selama berabad-abad sudah tak berlaku lagi padaku. Karena pada detik itu pula aku tau..

Dialah pusat tata suryaku saat ini. Dan hidupku kini berevolusi mengitarinya.

Wusss....

Bagaikan angin yang berhembus tanpa suara, ia berjalan melewatiku. Menaiki tangga menuju lantai atas tepat disampingku. Dengan refleks ku dongakkan kepalaku ke atas, mencari sosoknya yang kini mulai berjalan menjauh. Semakin dia menjauh, semakin mudah bagiku bernafas. Semakin dia menjauh, detak jantungku kian menjadi normal. Aku tersadar dari lamunan magis yang merasuki pikiranku untuk sesaat.

Tapi...sejak saat itu sebuah pikiran aneh mulai mengusikku. Berulang-ulang kali menanyakan hal yang sama seakan memastikan sesuatu.

"Mungkinkah ini yang dinamakan cinta?"
Share:

0 comments:

Post a Comment