Thursday, March 21, 2013

Terbaik?

Bukan berarti kau harus selalu menjadi yang terbaik, tapi berikanlah yang terbaik pada setiap usahamu

Baiklah, mari pikirkan sejenak kata-kata ini. Sebuah kalimat singkat yang baru saja terucap oleh salah satu asprak saya di mata kuliah yang paling membuat kepala saya cenat-cenut. Sebuah kalimat, yang meski singkat, tapi bagi saya memiliki makna yang dalam.

Mari sama-sama kita cermati.

"Bukan berarti kau harus selalu menjadi yang terbaik, tapi berikanlah yang terbaik pada setiap usahamu"

Baiklah.. saya memang bukanlah filsuf yang pandai menelaah kata. Bukan pula penyair dan pujangga yang sanggup memberi tafsir pada setiap kalimat yang ada. Saya hanyalah seorang manusia akhir zaman yang sedang berusaha memetakan kehidupan saya yang kini mulai semrawut. Seseorang yang dengan sangat tidak bertanggungjawab melalaikan tugasnya hanya demi menelaah kalimat ini dengan begitu seksama.

"..., tapi berikanlah yang terbaik pada setiap usahamu."

Manusia - tidak, motivator lebih tepatnya, selalu bilang bahwa potensi umat manusia tidak memiliki batas. Bagaikan garis asimtot yang tak memiliki akhir, umat manusia akan berkembang dan bergerak sesuai dengan pengalaman yang pernah dicicipinya. Seperti layaknya jagat raya yang mengembang menuju infinity, potensi umat manusia tampak begitu abstrak hingga tak bisa dijelaskan lagi.

"... berikanlah yang terbaik pada setiap usahamu."
Well, kalau boleh saya tanya, indikator apa yang kau gunakan saat kau bilang, "oke, ini memang sudah usaha terbaik saya"? Standar apa yang kau gunakan untuk menyatakan secara gamblang bahwa "ya, kau memang sudah berusaha sebaik yang kau bisa"? Lupakah kau dengan pembicaraan para motivator bahwa potensi manusia tidak terbatas? Jika potensinya tidak terbatas, maka usahamu pun pasti tidak terbatas karena kau tidak akan pernah menemukan poin terbaik dalam hidupmu. Poin terbaik dalam hidupmu berada pada titik tanpa batas. Jadi bagaimana caranya kau bisa menyatakan secara gamblang bahwa itu adalah usaha terbaikmu?

"aku sudah berusaha sebaik yang aku bisa."
 Percayalah, semua itu hanya sebuah omong kosong yang bisa diucap manusia ketika mereka tak sanggup lagi berkilah.

Jadi, ketika kau merasa gagal akan dirimu, merasa buruk akan usahamu, alasan apalagi yang akan kau utarakan?




Share:

0 comments:

Post a Comment