Dan dalam sekejap, ketakutan kini mulai menguasai diri...
Apa yang orang katakan ternyata memang benar, tentang apa itu kegalauan badai saat kau akan beranjak ke usia 20 itu benar adanya. Saya percaya, karena saya mengalaminya.
Sebuah ketakutan terbesar dalam hidup kini mulai merayapi jiwa.
Tentang bagaimana kau memikirkan masa depanmu yang entah akan seperti apa jadinya..
Tentang bagaimana kau berpikir bahwa betapa sia-sianya hidupmu selama ini karena kau tak cukup memiliki keberanian untuk membuat hidupmu lebih 'fluktuatif'..
Tentang bagaimana kau mulai mengalami krisis kepercayaan diri dan mulai mempertanyakan apakah yang kau lakukan selama ini adalah BENAR yang kau inginkan dalam hidup..
Atau tentang bagaimana segala hal di sekelilingmu tiba-tiba bergerak dengan begitu cepat dan kau merasa lelah untuk mengikutinya hingga kau akhirnya hanya terombang-ambing didalamnya..
Atau mungkin tentang bagaimana semua virus merah jambu yang menghinggapimu sudah mengakar kedalam tubuhmu dan juga jiwamu.
Saya tidak mengira, betapa menjadi dewasa bisa begitu menyeramkan seperti ini.Ketika pemikiran kita sudah merasa siap untuk memikirkan segalanya, sampai kau seperti tak memiliki filter apapun dan rasanya gelombang pertanyaan itu membludak mengisi kepalamu hingga membuatnya hampir pecah. Yang tersisa hanyalah sebuah ketakutan, kekhawatiran, ketidakberdayaan, keraguan, dan kesepian. Menyisakan sebuah tanda tanya besar..
Apa saja yang kau lakukan selama ini hingga kau merasa dirimu begitu besar?
Setetes air di laut, sebongkah batu dipegunungan, sebutir pasir di gurun. Butiran debu.
Apa saja yang telah kau lakukan selama ini hingga kau merasa dirimu begitu besar?
Kau bukan siapa-siapa.
Period.
Apa yang orang katakan ternyata memang benar, tentang apa itu kegalauan badai saat kau akan beranjak ke usia 20 itu benar adanya. Saya percaya, karena saya mengalaminya.
Sebuah ketakutan terbesar dalam hidup kini mulai merayapi jiwa.
Tentang bagaimana kau memikirkan masa depanmu yang entah akan seperti apa jadinya..
Tentang bagaimana kau berpikir bahwa betapa sia-sianya hidupmu selama ini karena kau tak cukup memiliki keberanian untuk membuat hidupmu lebih 'fluktuatif'..
Tentang bagaimana kau mulai mengalami krisis kepercayaan diri dan mulai mempertanyakan apakah yang kau lakukan selama ini adalah BENAR yang kau inginkan dalam hidup..
Atau tentang bagaimana segala hal di sekelilingmu tiba-tiba bergerak dengan begitu cepat dan kau merasa lelah untuk mengikutinya hingga kau akhirnya hanya terombang-ambing didalamnya..
Atau mungkin tentang bagaimana semua virus merah jambu yang menghinggapimu sudah mengakar kedalam tubuhmu dan juga jiwamu.
Saya tidak mengira, betapa menjadi dewasa bisa begitu menyeramkan seperti ini.Ketika pemikiran kita sudah merasa siap untuk memikirkan segalanya, sampai kau seperti tak memiliki filter apapun dan rasanya gelombang pertanyaan itu membludak mengisi kepalamu hingga membuatnya hampir pecah. Yang tersisa hanyalah sebuah ketakutan, kekhawatiran, ketidakberdayaan, keraguan, dan kesepian. Menyisakan sebuah tanda tanya besar..
Apa saja yang kau lakukan selama ini hingga kau merasa dirimu begitu besar?
Setetes air di laut, sebongkah batu dipegunungan, sebutir pasir di gurun. Butiran debu.
Apa saja yang telah kau lakukan selama ini hingga kau merasa dirimu begitu besar?
Kau bukan siapa-siapa.
Period.